Halaman

Bekerja Ala Lebah


           Beberapa waktu lalu, mama memintaku untuk membuat sebuah tulisan tentang amanah dalam bekerja untuk pekan menulis di kantornya. Dalam jadwal yang padat dari pagi sampai malam, akhirnya kusanggupi demi mama , walaupun harus mengorbankan waktu istirahat. Diantara waktu ngantor, sidang, koordinasi dengan kpk akhirnya baru bisa ngerjain di tengah malam. Sampai lewat jam 2 malam, masih belum dapat ide yang menarik. Selesai mengetik 4 jam kemudian,,langsung sending via email. Tanpa tidur, langsung cabut ke magelang bareng kpk. Dan mata terus hidup selama 50 jam..ruarr biasaaaa.           
  Aplot deh nih tulisan yang kusetor,,,     



Pernahkah melihat bagaimana seekor lebah bekerja? Tentu saja kita menyepakati bahwa lebah bekerja mengumpulkan nektar dari bunga satu ke bunga lainnya, yang kemudian disimpan dalam sarang sebagai cadangan makanan. Madu, begitu sebutan kita terhadap hasil olahan lebah tersebut. Seekor lebah bekerja mengumpulkan madu tentu tidak sendiri. Mereka punya cara mengagumkan untuk berkomunikasi antar lebah. Setelah menemukan sumber makanan, lebah yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan. 
Dan tahukah betapa besar jasa lebah terhadap lingkungan sekitarnya? Lebah mengumpulkan nektar dari satu bunga ke bunga lain dengan membawa serbuk sari untuk ditempelkan pada kepala putik di bunga lain. Penyerbukan oleh lebah jauh lebih efektif dan tidak merusak tanaman yang diambil sarinya. Bagaimana untuk manusia? Lebah mengumpulkan madu sepuluh kali lipat dari yang dibutuhkannya untuk dipergunakan oleh manusia.

Lebah diciptakan Allah bukan hanya sekedar hidup untuk dirinya sendiri. Tetapi lebah diciptakan untuk memberi manfaat bagi makhluk lain, sebagaimana dituliskan dalam kitab Al-Quranul Karim sebagai berikut:

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia’, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Q.S An-Nahl 68-69)

Belajar dari lebah, bahwa makhluk sekecil itu pun masih memberikan manfaat pada sekitarnya. Pada hakikatnya, lebah bekerja bukan hanya untuk sekedar mengisi hidup lalu menunggu mati. Tapi lebah membantu penyerbukan tanaman dan menyediakan madu untuk manusia. Begitu pula dengan manusia, apakah kita mengisi hidup ini hanya untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup lalu menunggu mati begitu saja? Tanpa ada kebermanfaatan kita untuk orang lain?
Bekerja ala lebah berarti bekerja sesuai perintah Allah. Ketika Allah menyuruh lebah untuk membuat sarang di bukit, pohon dan tempat-tempat yang dibuat oleh manusia, maka lebah tidak membuat sarang di tempat lain yang tidak diperintahkan. Dan ketika lebah diperintahkan untuk membuat madu untuk manusia, tak sedikitpun lebah malas untuk membuat madu. Lebah adalah sebuah contoh kecil bagaimana Allah memberi tahu manusia untuk tetap amanah dan bermanfaat untuk orang lain dalam bekerja. 

Amanah Dalam Bekerja
Seperti contoh lebah diatas, bekerja merupakan amanah. Ketika menjadikan sebuah pekerjaan itu sebagai amanah, maka secara tidak langsung kita menjadikan pekerjaan itu menjadi ladang beribadah. Bagaimana memulai bekerja dengan doa dan niat yang baik, menjalankan pekerjaan sambil berdzikir mengingat Allah, dan menyelesaikan pekerjaan dengan harapan dapat berguna untuk orang lain.
Meskipun amanah itu datangnya tidak langsung dari Allah, kita tetap diwajibkan untuk memegang teguh amanah yang telah dipercayakan pada kita. Ingatkah kita terhadap satu hadits shahih tentang ciri-ciri orang munafik? Salah satunya adalah berkhianat ketika diberi amanah.
Berkhianat dalam bekerja bisa terjadi mulai dari hal yang dianggap fatal seperti membocorkan rahasia perusahaan, korupsi atau penggelapan aset perusahaan hingga hal-hal yang biasa dianggap sepele seperti telat datang ke kantor, membawa pulang pulpen atau barang inventaris perusahaan. Betapa mudahnya kita menyepelekan dosa-dosa kecil seakan-akan itu merupakan sebuah pemakluman biasa. Tapi tahukah bahwa dosa-dosa kecil ini ibarat sebuah titik-titik karat di hati? jika dibiarkan terus bertambah dan tidak segera dihapus dengan taubat, maka titik-titik ini akan membesar dan terus membuat karat di hati hingga hati menjadi hitam dan sangat sulit untuk dibersihkan.
Jangan pernah menganggap mudah perkara amanah, karena apa yang diamanahkan kepada kita sekecil apapun kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Setiap perbuatan tidak amanah sekecil apapun itu pasti akan dibalas entah di dunia atau di akhirat dan yang pasti azab Allah itu sangatlah pedih.
Tidak perlu risau tentang hasil, karena Allah sangat menghargai proses. Hanya manusia-manusia pragmatis yang menjadikan hasil sebagai nilai baku keberhasilan. Orientasi hasil hanya menghasilkan orang-orang curang yang akan menjadi penyakit dalam masyarakat. Manusia boleh berencana, tetapi hasil akhir tetap Allah yang memutuskan.

Bekerja Berbonus Pahala
Pekerjaan yang tidak diniatkan untuk mencari ridho Allah, hanya akan menghasilkan lelah dan keluh kesah berkepanjangan. Istilahnya orang betawi: “Udeh capek badan, tambah capek ati”, ini karena apa yang kita kerjakan tidak ikhlas. Selalu menuntut balasan lebih dan kebosanan yang bertumpuk-tumpuk itulah yang membuat hati menjadi berat sehingga kualitas perkerjaan menjadi buruk. Kalau sudah demikian, biasanya mulai menggerutu tentang gaji yang tidak naik-naik, tunjangan yang kurang, pekerjaan yang membosankan, dan sebagainya. Tapi kita lupa satu hal yaitu atasan juga sebenarnya sedang menggerutu mengapa karyawannya selalu menuntut lebih padahal kerja saja tidak beres. Akhirnya hubungan atasan dengan bawahan menjadi tidak harmonis, rekomendasi kenaikan jabatan tidak turun-turun, dan kebosanan tingkat tinggi mulai mewabah. Jadi berdampak sistemik, bukan? 
Coba ubah pola pikir kita, pandanglah pekerjaan sebagai ladang pahala. Sekedar ikhlas saja mengerjakannya akan berbuah pahala. Jika dimulai dan diakhiri dengan doa akan berbuah ketenangan. Jika ditambah lagi sambil bekerja diiringi dengan dzikir maka akan berbuah kepuasan. Dan jika ditambah lagi sambil bekerja diniatkan agar bermanfaat untuk orang lain, maka akan menghasilkan senyuman dari atasan dan doa dari malaikat yang ada di kiri dan kanan kita. Sambil menyelam minum susu, kenapa tidak? 

           

Baca yang lengkap yaa,,,

1 komentar:

Anonim 30 Januari 2022 pukul 07.10  

Emperor Casino - Shootercasino
Emperor Casino septcasino is a Curacao-based online gambling site offering casino games. View everything about the casino at the official online 바카라 사이트 casinos. Rating: 4.2 · ‎5 제왕 카지노 votes

Posting Komentar

Apa yang kamu pikirkan dari tulisan di atas? Mari bertukar pikiran,,,